Terkadang sulit kuterima Seperti beban hidup tak sesuai harapan, namum apa yang difahami semua ini salah. Kesulitan ekonomi sperti telah mewabah semua orang, kalau miskin mungkin seakan sesuai predikatnya walau tak semua. Kemudian miskin dan kaya hanyalah nilai dari pandangan orang lain. Keseharianku hanya mengandalkan jasa pekerjaan dari orang sekitar atau orang orang kenalan saja, sudah tentu tak pasti ada pemasukan tiap harinya dan sudah pasti pengeluaran tiap harinya. Berfikir berfikir hanya berfikir saja tanpa ada tidakan untuk beralih usaha lain, walau hati terkadang masih lega dapat kerjaan di luar daerah yang mengharuskan tinggal di tempat kerja. Tingkat kebutuhan yang tinggi, membuat sisa kerja menjadi tipis sekali. Manusia biasa tak bisa lari dari keluh kesah, kemudian di kembalikan lagi "aku masih beruntung " dengan begitu rasa berkecamuk bisa sedikit lega. Benci sekali hidup ini, seakan tak adil buat saya melihat mereka, padahal tak ada yang istimewa...
Hembusan angin pagi Menyisakan fajar yang dingin Lembut dan lambat Merambat di rongga rongga Melangkah, menggapai, Dan basah, Entah apa yang terjadi saat gelap
Salah satu cara untuk menguasai pikiran adalah belajar memenangkan Akal. Tanpa kecuali, setiap pelatihan menggunakan cara meditasi atau praktik sehari hari. Meditasi menenangkan akal, membantu mengendalikan pikiran dan meningkatkan kehidupan anda. Tidak perlu banyak dalam menyisihkan waktu, hanya tiga sampai sepuluh menit sebagai awal sudah sangat berdaya dalam mengendalikan pikiran. Untuk menyadari pikiran pikiran anda, anda juga dapat menempatkan niat " Saya adalah tuan dari pikiran saya" , sering seringlah mengatakannya, meditasikan dan ketika anda memelihara niat itu dengan adanya hukum tarik menarik, anda akan menjadi apa yang anda niatkan. Sekarang sudah saatnya anda mengubah versi anda yang luar biasa kemudian putuskan untuk menjadi apa, dan pencapaian keinginan anda.
Komentar
Posting Komentar